JURNAL ILMU HAYATI
https://jurnal.alwaqfu.or.id/index.php/jih
<div class="flex-1 flex flex-col px-4 max-w-3xl mx-auto w-full pt-1"> <div> <div data-test-render-count="1"> <div class="group"> <div class="contents"> <div class="group relative relative pb-3" data-is-streaming="false"> <div class="font-claude-response relative leading-[1.65rem] [&_pre>div]:bg-bg-000/50 [&_pre>div]:border-0.5 [&_pre>div]:border-border-400 [&_.ignore-pre-bg>div]:bg-transparent [&_.standard-markdown_:is(p,blockquote,h1,h2,h3,h4,h5,h6)]:pl-2 [&_.standard-markdown_:is(p,blockquote,ul,ol,h1,h2,h3,h4,h5,h6)]:pr-8 [&_.progressive-markdown_:is(p,blockquote,h1,h2,h3,h4,h5,h6)]:pl-2 [&_.progressive-markdown_:is(p,blockquote,ul,ol,h1,h2,h3,h4,h5,h6)]:pr-8"> <div> <div class="standard-markdown grid-cols-1 grid [&_>_*]:min-w-0 gap-3 standard-markdown"> <p class="font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]"><strong>Jurnal Ilmu Hayati</strong> adalah publikasi ilmiah yang memuat hasil penelitian, kajian, dan telaah mendalam di bidang ilmu biologi dan ilmu-ilmu kehidupan secara luas. Jurnal ini menjadi wadah bagi para peneliti, akademisi, dan praktisi untuk menyebarluaskan temuan ilmiah mereka yang mencakup berbagai subdisiplin, mulai dari biologi sel dan molekuler, fisiologi, ekologi, botani, zoologi, mikrobiologi, hingga bioteknologi. Dengan ruang lingkup yang komprehensif, jurnal ini berkontribusi pada pengembangan pengetahuan tentang makhluk hidup beserta seluruh proses, interaksi, dan mekanisme biologis yang menopang kehidupan di bumi.</p> <p class="font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]">Setiap artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Ilmu Hayati telah melalui proses penelaahan sejawat (<em>peer review</em>) yang ketat, guna memastikan kualitas, keabsahan data, dan keandalan metodologi penelitian yang digunakan. Proses seleksi ini dilakukan oleh para mitra bestari yang berkompeten di bidangnya, sehingga setiap tulisan yang dimuat memenuhi standar ilmiah yang tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.</p> <p class="font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]">Jurnal ini diterbitkan secara berkala dan terbuka bagi kontribusi dari komunitas ilmiah nasional maupun internasional. Selain menjadi sumber referensi yang dapat dipercaya bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti, Jurnal Ilmu Hayati juga berperan penting dalam mendorong inovasi dan kemajuan ilmu pengetahuan di bidang hayati, sekaligus mendukung terwujudnya riset yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan kelestarian lingkungan hidup.</p> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div>PUSAT PENGEMBANGAN WAKAF PRODUKTIF WAKAF PRODUKTIFen-USJURNAL ILMU HAYATIANALISIS KESULITAN KONSEPTUAL PESERTA DIDIK PADA MATERI ENZIM DAN REAKSI METABOLISME
https://jurnal.alwaqfu.or.id/index.php/jih/article/view/473
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesulitan konseptual yang dialami peserta didik dalam memahami materi enzim dan reaksi metabolisme pada pembelajaran biologi di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Materi enzim dan metabolisme merupakan salah satu topik yang paling abstrak dan kompleks dalam biologi, sehingga seringkali menimbulkan miskonsepsi dan hambatan belajar yang signifikan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian melibatkan 120 peserta didik kelas XII IPA dari tiga sekolah menengah atas di Kota Medan. Instrumen pengumpulan data meliputi tes diagnostik berbasis pilihan ganda beralasan (two-tier multiple choice), wawancara semi-terstruktur, dan lembar observasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh kategori utama kesulitan konseptual, yaitu: (1) kesulitan memahami sifat dan mekanisme kerja enzim sebagai biokatalis; (2) kerancuan antara konsep substrat dan produk reaksi; (3) kesalahpahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim; (4) ketidakmampuan menghubungkan antara reaksi katabolisme dan anabolisme; (5) miskonsepsi pada jalur glikolisis dan siklus Krebs; (6) kesulitan memahami rantai transport elektron dan kemiosmosis; serta (7) ketidakmampuan mengintegrasikan konsep enzim dengan proses metabolisme secara holistik. Persentase peserta didik yang mengalami miskonsepsi berkisar antara 38,5% hingga 72,3% bergantung pada subkonsep yang diuji. Faktor penyebab utama meliputi abstraksi materi yang tinggi, kurangnya representasi visual yang memadai, serta strategi pembelajaran yang belum optimal. Implikasi penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pendidik untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran berbasis analogi, visualisasi tiga dimensi, dan pembelajaran kontekstual guna mereduksi miskonsepsi peserta didik.</p>Siti Hanisah Matni Br TariganMiftahul KhairaniLastri Kusuma DaulayRirin CahyaniKhairani
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMU HAYATI
2026-06-032026-06-03101